19 April 2015

#CurhatKeAm

Kalau berbicara dengan mu jadi terasa lebih sulit, yang aku inginkan saat ini hanya bisa melihatmu. Bukanlah soal bila aku juga hanya bisa melihatmu tanpa melihatku kembali.

Halo Am, aku berdoa kepada Tuhan.


Tuhan, buatlah ia cepat tersadar, betapa aku ini hanya memikirkannya. Belakangan, bahkan memikirkan diriku aku jadi tak sanggup. Entah kenapa kau tidak juga tersadar, Am.

Aku, kalau kamu tau. Aku sakit bertahan disini demi dirimu. Tapi aku bahagia. Sama bahagianya ketika kamu makan banyak.

Am, aku ingin bilang. Seminggu ini aku menjauh darimu karena aku hanya ingin kamu tidak aku ganggu. Ku ganggu dengan pertanyaan “kamu dimana?” atau “sudah makan?”. Lalu aku ingin tau, Am. Apakah kamu lebih bahagia dengan aku yang seperti tidak ada dan tidak mempedulikanmu begitu?

Am, aku kesana kemari. Aku mencoba peruntunganku. Aku mencari bagaimana agar diriku bisa bertahan lebih lama. Bisa berada didekatmu lebih lama, itu maksudku.

Tapi, Am, kalau memang kamu benar-benar bosan dengan diriku yang seperti ini, aku mau kamu bertahan. Berpura-puralah kamu tidak bosan. Berpura-puralah suka. Atau kalau boleh request, pura-puralah rindu padaku. Sejujurnya aku butuh rindu. Darimu.

Am, aku ingin bilang. Semalam aku demam, badanku hangat. Jadi aku tertidur lebih cepat tapi sering terbangun. Dan aku bermimpi. Mimpi yang aku lupa.


Am, sayangku, bilanglah sesuatu ....


1 comment:

I'll reply soon :