26 January 2011
"Girl"
"Girl"
[Verse 1 Beyonce]
Take A Minute Girl Come Sit Down
And Tell Us What's Been Happening
In Your Face I Can See The Pain
Don't You Try To Convince Us That You're Happy (Yeah)
We've Seen This All Before
But He's Taking Advantage Of Your Passion
Because We've Come Too Far
For You To Feel Alone
You Don't Let Him Walk Over Your Heart
I'm Telling You
[Chorus]
Girl, I Can Tell You've Been Crying
And You Needing Somebody To Talk To
Girl, I Can Tell He's Been Lying
And Pretending That He's Faithful And He Loves You
Girl, You Don't Have To Be Hiding
Don't You Be Ashamed To Say He Hurt You
I'm Your Girl, You're My Girl, We're Your Girls
Don't You Know That We Love You?
[Verse 2 Kelly]
See What You All Don't Know About Him
Is I Can't Let Him Go Because He Needs Me
It Ain't Really Him It's Stress From His Job
And I Ain't Making It Easy
I Know You See Him Bugging On Me Sometimes
But I Know Deep Inside He Don't Mean It
It Gets Hard Sometimes
But I Need My Man
I Don't Think You all Understand
I'm Telling You
[Chorus x2]
[Bridge Michelle]
Girl, Take A Good Look At Yourself
He Got You Going Through Hell
We Ain't Never Seen You Down Like This
What You Mean You Don't Need Us To Help?
We Known Each Other Too Well
[Chorus]
[Beyonce:]
Girl I've been knowin' you since you were ten,
you cannot hide from your friends
[Chorus]
Salah Respon
Assalamualaikum..
Postingan yang ini, spesial didedikasi kan untuk sahabat Innonk' (Dina Fadhilah Monika) terkasih.
Gw pernah koq ada diposisinya saat ini, punya masalah pribadi yang belum terselesaikan, lalu terbawa suasana dan terlibat lagi dalam masalah-masalah baru yang sebenarnya sangat simple, sudah dipahami namun menyakitkan.
Setelah kurang lebih tiga tahun berteman, beda hal nya dengan sahabat ichabeb (Chaerunnisa Nurdin) yang lebih melengkapi, gw akan bilang bahwa sahabat innonk punya banyak kesamaan dalam beberapa hal dengan gw, dan menurut gw itulah yang bikin kita semua match.
Dalam kondisi seperti yang dia alami dan pernah juga gw alami sebelumnya, gw selalu seakan-akan butuh orang untuk bisa mendengarkan keluh kesah gw, amarah, emosi, bahkan ocehan-ocehan dan rengekan-rengekan tidak penting yang keluar dari mulut gw. Gw akan butuh nasehat-nasehat dan saran menenangkan dari mereka yang terdengar masuk akal.
Lalu setelah itu, gw butuh untuk menenangkan diri, butuh juga ada sahabat atau setidaknya orang-orang yang bisa mengerti kondisi gw saat itu, lebih prefer ke sahabat sih, tapi kondisinya gw lebih suka mereka ada didekat gw hanya untuk mendengar dan bukan memberi saran, karena menurut gw, mereka selayaknya ada untuk memberi kekuatan bukan ada untuk terus menasehati dengan saran-saran 'gampang' nan rumit, secara kondisi seperti itu membuat kita merasa bodoh, dan sangat menyesal setelah apa yang sudah terjadi. Jadi kalo boleh memilih, "kalian stay lah disini, didekat gw, tapi gak usah ngasih saran soal masalah gw ini, gimana kalo kita cari tempat hang-out, atau sekalian anterin gw pulang, gw mau istirahat..." Seperti ini ilutrasinya kira-kira..
Dari tahap itu, gw akan memilih untuk diam, mencoba untuk tidak mengingat hal buruk tersebut, cari pengalih perhatian, cari kesibukan, mencoba acuh dan seakan tidak peduli. Ini akan butuh waktu yang lama dan akan sangattttttt sulit, karena setiap masalah yang kita alami, adalah kesalahan yang pasti berhubungan dengan keseharian kita, apa apa yang kita lakukan dikeseharian kita sudah pasti barang tentu akan membuat kita mengingat masalah-masalah tersebut. Jadi yang kita lakukan bukan juga harus sepenuhnya menghindar, namun mencoba sedikit melupakan, dan setelahnya mencari jalan keluar terbaik dan yang harus dianggap menguntungkan untuk semua pihak.
Berserah diri sama Allah itu hal yang paling mujarab setelahnya, ini bukan beban 2 3 bulan, bukan juga tidak berefek buruk nantinya. Kita perlu terus positif thinking, perlu ilmu ikhlas, kita tidak hidup kalo tidak bermasalah, kita salah makanya kita maju, kita maju karena kita tidak takut terhadap masalah, dan dapat mengatasi masalah-masalah tersebut.
Beberapa orang punya cara masing-masing untuk menyelesaikan masalahnya. Beberapa orang butuh orang lain untuk menyelesaikan masalahnya dan beberapa yang lain juga tidak. Beberapa lebih senang untuk mendengar dan beberapa lagi lebih suka untuk didengar. Beberapa lebih suka memperlarut tapi beberapa juga lebih suka membiarkan.
Intinya itu, jadi dewasa karena masalah yang kita hadapi dan ikhlas. Gw bisa menuliskan hal-hal tersebut karena gw pernah bermasalah dan sekarang gw tau cara mengatasinya, jadi masalah pun terasa lebih mudah. Dan sebenarnya, gw percaya kalo cuma pribadi kita yang tau apa yang terbaik untuk kita lakukan, untuk lepas dari suatu permasalahan, toh pun ada saran dari orang lain yang menurut kita pas dan kita jadikan sebagai jalan keluar, itu pun juga merupakan hasil dari pertimbangan kita lagi.
Ps: untuk sahabat innonk, maaf ya kalo lolo salah merespon, hati lagi gak enak gitu tambah respon yang gak enak malah tambah memperburuk keadaan ya?? nnonk mungkin butuh refreshing, dan sepertinya cuma nnonk yang tau harus berbuat apa supaya gimana.
Wassalam
Postingan yang ini, spesial didedikasi kan untuk sahabat Innonk' (Dina Fadhilah Monika) terkasih.
Gw pernah koq ada diposisinya saat ini, punya masalah pribadi yang belum terselesaikan, lalu terbawa suasana dan terlibat lagi dalam masalah-masalah baru yang sebenarnya sangat simple, sudah dipahami namun menyakitkan.
Setelah kurang lebih tiga tahun berteman, beda hal nya dengan sahabat ichabeb (Chaerunnisa Nurdin) yang lebih melengkapi, gw akan bilang bahwa sahabat innonk punya banyak kesamaan dalam beberapa hal dengan gw, dan menurut gw itulah yang bikin kita semua match.
Dalam kondisi seperti yang dia alami dan pernah juga gw alami sebelumnya, gw selalu seakan-akan butuh orang untuk bisa mendengarkan keluh kesah gw, amarah, emosi, bahkan ocehan-ocehan dan rengekan-rengekan tidak penting yang keluar dari mulut gw. Gw akan butuh nasehat-nasehat dan saran menenangkan dari mereka yang terdengar masuk akal.
Lalu setelah itu, gw butuh untuk menenangkan diri, butuh juga ada sahabat atau setidaknya orang-orang yang bisa mengerti kondisi gw saat itu, lebih prefer ke sahabat sih, tapi kondisinya gw lebih suka mereka ada didekat gw hanya untuk mendengar dan bukan memberi saran, karena menurut gw, mereka selayaknya ada untuk memberi kekuatan bukan ada untuk terus menasehati dengan saran-saran 'gampang' nan rumit, secara kondisi seperti itu membuat kita merasa bodoh, dan sangat menyesal setelah apa yang sudah terjadi. Jadi kalo boleh memilih, "kalian stay lah disini, didekat gw, tapi gak usah ngasih saran soal masalah gw ini, gimana kalo kita cari tempat hang-out, atau sekalian anterin gw pulang, gw mau istirahat..." Seperti ini ilutrasinya kira-kira..
Dari tahap itu, gw akan memilih untuk diam, mencoba untuk tidak mengingat hal buruk tersebut, cari pengalih perhatian, cari kesibukan, mencoba acuh dan seakan tidak peduli. Ini akan butuh waktu yang lama dan akan sangattttttt sulit, karena setiap masalah yang kita alami, adalah kesalahan yang pasti berhubungan dengan keseharian kita, apa apa yang kita lakukan dikeseharian kita sudah pasti barang tentu akan membuat kita mengingat masalah-masalah tersebut. Jadi yang kita lakukan bukan juga harus sepenuhnya menghindar, namun mencoba sedikit melupakan, dan setelahnya mencari jalan keluar terbaik dan yang harus dianggap menguntungkan untuk semua pihak.
Berserah diri sama Allah itu hal yang paling mujarab setelahnya, ini bukan beban 2 3 bulan, bukan juga tidak berefek buruk nantinya. Kita perlu terus positif thinking, perlu ilmu ikhlas, kita tidak hidup kalo tidak bermasalah, kita salah makanya kita maju, kita maju karena kita tidak takut terhadap masalah, dan dapat mengatasi masalah-masalah tersebut.
Beberapa orang punya cara masing-masing untuk menyelesaikan masalahnya. Beberapa orang butuh orang lain untuk menyelesaikan masalahnya dan beberapa yang lain juga tidak. Beberapa lebih senang untuk mendengar dan beberapa lagi lebih suka untuk didengar. Beberapa lebih suka memperlarut tapi beberapa juga lebih suka membiarkan.
Intinya itu, jadi dewasa karena masalah yang kita hadapi dan ikhlas. Gw bisa menuliskan hal-hal tersebut karena gw pernah bermasalah dan sekarang gw tau cara mengatasinya, jadi masalah pun terasa lebih mudah. Dan sebenarnya, gw percaya kalo cuma pribadi kita yang tau apa yang terbaik untuk kita lakukan, untuk lepas dari suatu permasalahan, toh pun ada saran dari orang lain yang menurut kita pas dan kita jadikan sebagai jalan keluar, itu pun juga merupakan hasil dari pertimbangan kita lagi.
Ps: untuk sahabat innonk, maaf ya kalo lolo salah merespon, hati lagi gak enak gitu tambah respon yang gak enak malah tambah memperburuk keadaan ya?? nnonk mungkin butuh refreshing, dan sepertinya cuma nnonk yang tau harus berbuat apa supaya gimana.
Wassalam
![]() |
| pancake time :) *remember |
Subscribe to:
Posts (Atom)

