28 April 2014

Seni Menawar

Assalamualaikum ..

Been a long time ga nulis2 disini.
Banyak banget hal yang ga sempet ke post.
Termasuk perjalanan hidup gue belakangan ini. #eeaaa


But anyway, gue ga mau cerita tentang hidup gue sih. Apa yang udah terjadi kemarin-kemarin biarkanlah berlalu. Ahzek.
Baik buruk yang terjadi ya memang sudah harus terjadi seperti itu sih. Kehendak Allah SWT.
Jadi ya..disyukurin aja.

Yang mau gue bahas kali ini adalah keprihatinan gue terhadap beberapa orang temen cewek gue. Mereka kenapa? Hmmmm..pada dasarnya mereka baik-baik aja secara fisik. Hanya secara mental dan karakteristik mereka failed banget. Halah


Mereka cantik... Body mereka ok.. tapi mereka ga bisa nawar? ? ? ? ?

Seumur-umur pernah kenal cewek-cewek yang ga bisa nawar harga itu menurut gue epic sih. Muehehe

Menawar itu kan selayaknya seni. Seni yang indah sekali. Karena ketika lo melakukan penawaran dan lo berhasil (entah lo pihak yang menawar atau ditawar ya..) maka lo akan merasakan sensasi tertentu. Sensasi berhasil contohnya.. Dan itu super sih menurut gue.
Dan menurut gue, pinter nawar itu adalah salah satu kodrat perempuan.
Ketika melakukan penawaran, maka kita sedang memperkecil kemungkinan kita untuk ditipu/dibodoh-bodohi. Karena pada umumnya, sesuatu yang lo tawar untuk lo dapatkan itu biasanya sudah mengalami penambahan nilai/harga sebelumnya. Penambahan itu biasa dilakukan untuk memperbesar untung. Orang bego mana ga mau dapat untung? Tapi biasa orang bisa lebih bego lagi kalau membiarkan orang lain dapat untung kelewatan. Ya itu rezeki sih namanya..tapi akan lebih baik kalau sama-sama diuntungkan, ya kan? Jadi walaupun kedua belah pihak sama-sama menerima rezeki tapi keduanya tetap merasa sama-sama untung, or at least ga rugi-rugi amat. Kekekeke

Complicated ga sih? Ya wajar lah. Dihidup ini mana yang ga complicated? Hehe
Makanya harus pinter-pinter.

Hal yang gue mention diatas mungkin ga berlaku buat anak raja, atau siapapun yang hartanya ga abis-abis. Malah sebaliknya, kalau harta lo banyak, ya lo harus memberi lebih ke orang lain. Name it Sedekah!
Kalau harta lo udah banyak terus masih nawar juga masih wajar sih, karena mungkin kodrat lo untuk ngerasa ga mau ditipu juga lagi tinggi. Punya harta banyak juga jangan bego-bego amat ya. Sedekah juga ada tingkat kewajarannya. Jangan sampe willing untuk sedekah malah kena tipu.

Kalau lo bukan anak raja, harta lo juga ga banyak-banyak banget, terus lo naik ojek dari gatot subroto ke semanggi dan disuruh banyar 100rb trus lo gabisa nawar itu namanya keterlaluan. Si tukang ojek mungkin ga mau nipu lo, tapi ybs mau nyari untung. Untung buat naik haji misalnya? Hihihi

Intinya gue cuma mau sharing aja. Nawar itu ga susah kok, dan itu adalah hal yang wajar. Dan seni menawar itu bukan cuma harus dimiliki sama orang yang banci belanja aja, karena sebetulnya "nawar" itu adalah basic skill.

No offense ya. Ini postingan pure dari hati gue yang paling dalam, terinspirasi dari hal-hal dan kelakuan orang-orang disekitar gue. Ga maksud mendiskreditkan pihak manapun ya kakaaaa.

So enjoy  :')



Wassalam ..

No comments:

Post a Comment

reply soon :